MENJANGKA PETA

Author : UnknownTidak ada komentar

MENJANGKA PETA

selamat datang di blog pelaut indonesia..

1.3.1.   Pengertian Tentang Peta Laut
Peta laut ialah hasil pemindahan bentuk lengkung bumi keatas bidang datar yang memuat hal hal serta keterangan keterangan yang dibutuhkan seorang navigator dalam menentukan posisi kapal, jarak, haluan dan keselamatan navigasi dilaut, dilengkapi dengan benda bantu navigasi dan peruman-peruman.
Peta laut ialah peta yang dibuat sedemikian  agar dapat dipakai untuk merencanakan atau mengikuti suatu pelayaran dilaut lepas, perairan pedalaman seperti danau, sungai, terusan dll. Dengan demikian peta laut itu dipakai untuk pedoman berlalu lintas diatas air.
 
Gambar.1.8. Dalam gambar ini dapat dilihat bentuk-bentuk derajah/jajar
di bumi dan di peta Mercator (peta laut).
 
1.3.2. Proyeksi Peta
Proyeksi Peta adalah cara untuk menggambarkanseluruh atau atau sebagian permukaan bu mi pada sebuah bidang datar (Peta laut). Hasil pemindahan ini tidaklah begitu baik seperti yang diharapkan, sehingga perlu dibuatkan proyeksi peta.
Kegunaan proyeksi peta adalah untuk maksud tertentu dapat dipakai peta yang cocok untuk kegiatan itu dan dapat memilih peta-peta dengan distorsi yang paling kecil sehingga bentuk peta yang terjadi lebih mendekati bentuk yang sebenarnya.
Katagori proyeksi peta terbagi atas 3 (tiga) bagian utama yang dijelaskan pada gambar dibawah ini :
1.
Proyeksi pada bidang datar ( azimuthal proyection )
2.
Proyeksi pada bidang kerucut ( conical proyection )
3.
Proyeksi pada bidang silinder ( cylindrical proyection )
  
Gambar.1.9. Proyeksi Azimuthal
 
Gambar.1.10. Proyeksi Silinder
 
Pada proyeksi bidang datar terdapat proyeksi gnomonik, stereographic, dan orthographic. Dari ketiga proyeksi pada bidang datar tersebut yang terkenal adalah proyeksi gnomonik, karena mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1.
Titik pusat proyeksi adalah titik pusat bumi
2.
Pada proyeksi ini digunakan suatu biudang singgung globe
3.
Titik-titik pada globe digambarkan pada bidang datar
4.
Titik singgungnya dapat dipilih dikutub, dikatulistiwa atau sembarang
5.
Proyeksi dari lingkaran besar merupakan garis lurus
6.
Derajah-derajah dan katulistiwa selalu merupakan garis lurus
7.
Derajah-derajah berkumpul di kutub
8.
Derajah dari titik singgung tegak lurus katulistiwa dan jajar-jaja
 
Gambar.1.11.a. Peta
Ginomonik Kutub
Gambar.1.11.b. Peta
Gnomonik Katulistiwa
  
1.3.3. Peta Mercator
Peta mercator diketemukan oleh Gerdhard Kremer atau didalam bahasa latinnya disebut Ge rardus Mercator. Bentuk proyeksi yang dibuat oleh G.Mercator ini sama dengan bentuk pro yeksi silinder, dimana silindernya menyinggung bola bumi di katulistiwa dan titik pusat bumi adalah titik pusat proyeksi. Oleh karena bumi berbentuk bola itu tidaklah bulat benar maka hasil proyeksi tidak memberikan gambaran bumi yang mendekati bentuk yang sebenarnya. Kesalahan-kesalahan yang paling jelas dan besar terdapat pada kutub, karena jari-jari bumi makin mengecil kearah kutub bila dibandingkan dengan jari-jari bumi di katulistiwa. Itu se babnya peta Mercator yang dipakai sekarang ini bukanlah hasil proyeksi silinder semata-mata, tetapi merupakan hasil perhitungan matematika untuk lintang bertumbuh yang dilaku kan oleh Edward Wright.

Perhitungan Mercator sebagai hasil perhitungan matematisnya Edward Wright mempunyai beberapa kelebihan antara lain :
1.
Garis lintang dan garis bujur adalah garis-garis lurus yang saling tegak lurus satu sama lain
2.
Garis loxodrome (haluan kapal) juga merupakan garis lurus. Dipeta garis loxodrome me motong bujur-bujur atas sudut yang sama
3.
Sudut antara garis haluan dibumi sama dengan dipeta
4.
Katulistiwa dan lintang sejajar satu sama lain demikian juga bujur- bujur sejajar satu sama lain. Katulistiwa dan lintang tegak lurus bujur-bujur
5.
Skala bujur tetap
  
Skala lintang dan skala bujur pada peta Mercator
1.
Skala lintang :
 
a.
Terdapat dikiri/kanan pinggiran peta
 
b.
1° skala lintang = 60 mil laut
 
c.
Skala lintang dipakai untuk mengukur jarak
   
2.
Skala Bujur :
 
a.
Terdapat dipinggir atas/bawah peta
 
b.
Skala bujur berdasarkan katulistiwa
 
c.
Skala bujur hanya dipakai untuk menentukan bujurnya suatu tempat bukan untuk mengukur jarak
  
Pada bola bumi, Loksodrom adalah garis dibumi yang membentuk sudut sudut yang sama dengan semua derajah. Sudut sudut tersebut beralih tanpa perubahan didalam peta bertum buh. Jadi didalam peta, loksodrom membentuk sudut sudut yang sama dengan derajah, kare na derajah derajah adalah garis garis lurus yang sejajar satu sama lain.
Jadi loksodrom terlukis sebagai garis lurus seperti pada gambar dibawah ini.
Gambar : 1.12. Garis Loksodrom
 
Untuk kepentingan berlayar pada umumnya Peta harus memenuhi syarat syarat sebagai berikut :
1.
Sudut sudut dibumi harus dapat dipindahkan kepeta tanpa perubahan (konform)
2.
Loksodrom (garis haluan) dipeta harus dapat dipindahkan sebagai garis lurus
   
Peta yang memenuhi kedua sayarat tersebut diatas disebut peta bertumbuh, akibatnya pada peta adalah :
1.
Derajah merupakan garis lurus
2.
Jajar jajar merupakan garis lurus
3.
Tiap derajah tegak lurus tiap jajar
4.
Derajah derajah harus sejajar satu sma lain
5.
Jajar jajar harus sejajar satu sama lain
   
Peta Mercator atau juga disebut dengan Peta Lintang Bertumbuh, mengapa dikatakan peta bertumbuh karena jarak antara lintang 10° ke lintang 20° lebih besar jaraknya dari jarak antara lintang 0° ke lintang 10°. Makin mendekati kutub jarak anata jajar jajar makin membesar atau dikatakan bertumbuh.


Artikel Terkait

Posted On : Kamis, 20 Maret 2014Time : Maret 20, 2014
SHARE TO :
| | Template Created By : Binkbenks | CopyRigt By : Tutorial Online | |
close
Banner iklan disini
> [Tutup]