Menentukan Lebaran Berdasarkan Kalender Imlek

Author : UnknownTidak ada komentar

Pengetahuan ini saya peroleh dari orang tua sendiri. Orang tua saya juga mendapatkannya dari orang tua mereka dan disampaikan secara lisan turun temurun. Entah berapa generasi sudah berlangsung.

Kalender Imlek adalah kalender astronomi berjenis luni-solar, dimana siklus bulan diselaraskan dengan siklus matahari. Bagian lunar dari kalender imlek pada dasarnya memakai perhitungan yang sama dengan kalender Hisab bulan. Perbedaanya terletak dari penentuan tanggal 1 atau awal bulan. Kalender imlek menetapkan tanggal 1 bulan imlek pada saat bulan konjungsi penuh (gelap sempurna) sedangkan kalender Hisab pada saat Hilal baru mulai terlihat. Dengan melihat perbedaan inilah orang kemudian membuat cara atau perhitungan sederhana dalam menentukan hari Raya Lebaran berdasarkan Kalender Imlek.

Cara tersebut adalah sebagai berikut:

Baca seluruhnya..
    Jika bulan imlek yang lalu (sebelum lebaran) adalah bulan kecil (berjumlah 29 hari) maka hari Raya Lebaran jatuh pada tanggal 3 imlek bulan berikutnya.
    Jika bulan imlek yang lalu (sebelum lebaran) adalah bulan besar (berjumlah 30 hari) maka hari Raya Lebaran jatuh pada tanggal 2 imlek bulan berikutnya.

Berikut adalah contoh untuk tahun 2016:
IMLEKMASEHIHIJRIAH
Thn.BlnTgl.Thn.Bln.Tgl.Thn.Bln.Tgl.
KeraV (Kecil) 292016 Juli31436Rama dhanh-3
KeraVI12016 Juli41436Rama dhanh-2
KeraVI22016 Juli51436Rama dhanh-1
KeraVI32016 Juli61437Syawal1 (Lebaran)

Dan ini adalah contoh untuk tahun lalu 2015:
IMLEKMASEHIHIJRIAH
Thn.BlnTgl.Thn.Bln.Tgl.Thn.Bln.Tgl.
Kam bingV (Besar) 302015 Juli151435Rama dhanh-2
Kam bingVI12015 Juli161435Rama dhanh-1
Kam bingVI22015 Juli171436Syawal1 (Lebaran)

Dan yang terakhir ini adalah untuk tahun depan (2017):
IMLEKMASEHIHIJRIAH
Thn.BlnTgl.Thn.Bln.Tgl.Thn.Bln.Tgl.
AyamV (Kecil) 292017 Juni231437Rama dhanh-3
AyamVI12017 Juni241437Rama dhanh-2
AyamVI22017 Juni251437Rama dhanh-1
AyamVI32017 Juni261438Syawal1 (Lebaran)

Sepengetahuan saya cara ini cukup akurat, kecuali dalam waktu-waktu tertentu dimana perhitungan jatuhnya konjungsi bulan oleh para pihak terkait ternyata berbeda sedikit (dalam orde beberapa menit saja) namun akan dihitung sebagai berbeda satu hari.

Perbedaan ini disebabkan oleh pemakaian mesin komputer yang berlainan maupun bahasa pemrograman (kompiler) yang digunakan (round-off error). Misalnya komputer A menghitung bahwa konjungsi terjadi pada YYYY-MM-DD 23:59:58 sedangkan komputer B pada YYYY-MM-DD 24:01:08, meskipun perbedaannya sedikit tetapi karena jatuh disekitar waktu pergantian hari, hasilnya menjadi terhitung berbeda 1 hari!. Dalam hal ini komputer A menilai bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan kecil (29 hari) sedangkan komputer B menyatakan bulan besar (30 hari), atau sebaliknya.

Demikian urun rembuk dari saya semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan. Mohon dikoreksi jika ada kesalahan,

Rujukan:

1. Jean Meeus, Astronomical Algorithm, Willmann–Bell Inc., Virginia, Second Edition, 1991. Terutama Bab 4. Phase of the Moon (algoritma untuk menghitung konjungsi bulan penuh).


Artikel Terkait

Posted On : Senin, 04 Juli 2016Time : Juli 04, 2016
SHARE TO :
| | Template Created By : Binkbenks | CopyRigt By : Tutorial Online | |
close
Banner iklan disini
> [Tutup]